Kamis, 27 April 2017

TANAMAN KENIKIR (Cosmos caudatus Kunth)



KENIKIR (Cosmos caudatus Kunth)
images.jpg
Gambar : Tanaman kenikir (Cosmos caudatus Kunth).

Kenikir (Cosmos caudatus Kunth) merupakan tanaman sayuran yang tergolong indigenous. Kenikir memiliki potensi yang tinggi serta dijadikan sayuran sebagai pengganti sayuran komersial dalam memenuhi kebutuhan pangan bagi manusia. Karena bersifat indigenous sayuran ini hanya dibudidayakan dalam skala yang kecil dan bersifat lokal. Tanaman kenikir biasanya ditanam disekitar pekarangan rumah dan kebun. Hal ini karena tanaman kenikir hanya di konsumsi masyarakat sebagi sayuran matan dan sayuran mentah atau lalapan keluarga (Susila, 2012).
Kenikir adalah tanaman tahunan yang berbatang pipa dengan garis-garis yang membujur. Tingginya dapat mencapai 1 m dan daunnya bertangkai panjang. Duduk daunnya saling berhadapan, sehingga berbagi menyirip menjadi 2-3 tangkai. Baunya seperti damar apabila diremas. Bunganya tersusun pada tongkol yang banyak terdapat pada ketiak daun teratas, berwarna oranye berbintik kuning, bijinya berbentuk paruh (Sastrapradja dkk, 1981).
Kenikir merupakan tanaman musiman dan tahunan, yang memiliki batang tegak berwarna hijau kecoklatan dengan tinggi mencapai 3 m. Batang keningkir bercabang, beralur dan berbentuk segi empat serta bekas tangkai daun atau nodus terlihat sangat jelas. Daun keningkir majemuk, berwarna hijau dengan bentuk saling berhadapan, bentuknya menyirip, tepi rata, permukaan daun atas berwarna lebih hijau dan terang dibandingkan permukaan bawah. Selain warna yang kurang terang permukaan bawah agak berbulu. Bunga tanaman kenikir terletak du ujung tangkai atau cabang batang. Panjang tangkai bunganya sekitar 5-30 cm. Mahkota bunga terdiri atas 8 helai dengan panjang 1,5-2 cm dan berwarna kuning. Benih kenikir berwarna coklat kehitaman dan dan berbentuk seperti jarum dengan ujung berambut. Bunga kenikir termasuk bunga majemuk dimana setiap tangkai bunga  ada lebih dari satu  bunga namun pada satu cabang berbunga banyak (Van De Bergh, 1994).
Tanaman kenikir berkembangbiak atau di perbanyak menggunakan biji. Biji kenikir cukup keras. Saat masih muda berwarna hikau namun saat tua berwarna coklat. Panjangnya kurang lebih 1 cm. Perbanyakan di awali dengan semai biji, setelah tumbuh sampai  kurang lebih 3 minggu setelah semai baru dilakukan pemindahan ke lapang. Pengaturan drainase dan irigasi yang memadahi membatu pertumbuhan tanaman kenikir secara optimal. Kondisi tanah yang terlalu lembah dapat memicu munculnya cendawan yang mengganggu pertumbuhan kenikir. Sehingga diperikan tanah atau lahan yang tidak terlalu lembah (Hakim, 2015).

       I.            KLASIFIKASI
250px-YosriUlamRaja.jpg
Gambar: Tanaman kenikir
Adapun klasifikasi tanaman kenikir sebagai berikut:
Kingdom         : Plantae
Divisi               : Spermatophyta
Kelas               : Magnoliopsida
Ordo                : Fabales
Famili              : Asteraceae
Genus              : Cosmos
Spesies            : Cosmos caudatus
Nama binomial: Cosmos caudatus Kunth (Tjitrosoepomo, 1987).

    II.            Morfologi
Tubuh tanaman kenikir  tersusun atas organ akar, batang, daun, bunga, dan biji. Karakteristik morfologi tanaman kacang tanah sebagai berikut :
a.       Akar
Tanaman kenikir  berakar tunggang (Radix primaria) berwarna putih, dengan akar cabang (Radix lateralis) tumbuh tegak luas pada akar tunggang tersebut. Akar cabang ada yang mati dan ada yang jadi akar permanen yang berfungsi menyerap air dan unsur hara dari dalam tanah.

b.      Batang
Batang tanaman kenikir berkayu dan berbentuk segi empat.  Batangnya tumbuh tegak, beralur membujur, bercabang banyak. Tinggi batang rata-rata sekitar  1-3 m bergantung daerah dan kondisi lingkungan. Bagian batang bawah berwana coklat merupakan tempat menempelnya perakaran tanaman. Batang atas berwana hijau pecabangan, dan sebagai tempat menempelnya daun. Cabang tanaman kenikir ada dua yaitu  cabang primer dan cabang skunder.
c.       Daun
Daun terletak berpasangan (majemuk), bersilang berhadapan, berbagi menyirip, ujung runcing, tepi rata, panjang mencapai 15-20. Daun muda berwarna hijau, setelah tua menjadi hijau tua.
d.      Bunga
Bunga tanaman kenikir majemuk, berbentuk bongkol tempatnya di ujung batang, tangkai bunga mencapai kurang lebih 25 cm, berwarna kuning dan mahkota terdiri atas 8 helaian, benang sari berbentuk tabung, kepala sari berwarna coklat kehitaman, putik berambut.
e.       Biji
Biji kenikir berbentuk jarum, terbungkus kulit biji yang keras berwarna coklat, ujung berambut. Biji juga merupakan alat perbanyakan. Biji berukuran kecil dengan panjang 1 cm (Hakim, 2015).

 III.            Penyebaran
Kenikir merupakan tanaman asli dari daerah tropis Amerika Latin dan Amerika Tengah, tetapi tumbuh liar di Florida, Amerika Serikat yang kemudian dibawa oleh orang Spanyol ke Filipina. Di Filipina kenikir dikenal dengan nama cosmos, sedangkan di Thailand kenikir dikenal dengan dauroang-phama. Dalam bahasa melayu dikenal dengan nama ulam raja, di Malaysia dikenal denga nama pelampong sedangkan di Jawa Tengah diberi nama kenikir. Di Indonesia sendiri tanaman kenikir sudah menyebar ke beberapa pulau seperti Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Ambon, Nusa Tenggara,dan Papua. Selain di Indonesia penyebaran kenikir hampir diseluruh Asia Tenggara, Cina dan Afrika.. Van de bergh mengungkapkan bahwa tanaman keningkir mampu hidup di dataran rendah dengan sinar matahari penuh maupun di daerah dataran tinggi yang mencapai 1.600 m dpl (Van De Bergh,1994).

 IV.            Budidaya
Perbanyakan tanamana kenikir biasnya dilakukan dengan menggunakan biji. Benih kenikir disemai pada media semai. Media yang digunakan adalah kompos dan tanah dengan perbandingan 1:1. Pembibitan dilakukan selama 3-4 minggu sampai kondisi tanaman tersebut siap dipindah ke lahan atau lapang. Saat pembibitan monitoring sangat di utamakan, karena jika bibit yang akan ditanam rusak tentunya akan mempengaruhi proses pertumbuhan paska pembibitan. Dalam pembibitan jangan terlalu lembah dan jangan terlalu kering (Pambayun, 2008).
Tahap selanjutnya yaitu penanan, bibit yang sudah berumur 3-4 minggu ditanam dilahan dengan kerapatan yang telah ditentukan. Jarak tanam berbeda-beda yaitu 50 cm × 10 cm, 50 cm × 13,3 cm, 50 cm × 20 cm, 50 cm × 40 cm. Pada awal penanaman perlu dilakukan pemupukan. Pupuk yang digunakan harus mengandung kebutuhan terutama kandungan NPK.
Kegiatan pemeliharaan dilakaukan yang dilakukan meliputi:
1.      Penyulaman dilakukan satu munggu setelah tanam.
2.      Pengairan dilakukan sesuai kebutuhan tanaman dan tergantung tempat penanam. Jika lahan terlalu kering biasa dilakukan setiap hari.
3.      Penyiangan terhadap gulma yang tumbuh di sekitar tanaman, untuk penyiangan dilakukan 1 minggu sekali.
4.      Pengendalian terhadap hama serta penyakit dilakukan secara mekanik, dan kimia.
Tahapan terakhir yaitu panen, panen dilakukan pada daun yang telah siap di konsumsi, umumnya daun yang di panen adalah daun muda, ada pula yang memanen dengan memotong pucuk tanaman. Panen kenikir pertama kali dilakukan ketiaka tanaman berumur 6 MST. Panen berikutnya dilakukan setiap minggu. Kualitas panen optimal hanya selama 3 kali panen. Setelah 3 kali panen hasil akan mengalami penurunan, karena kenikir memiliki umur yang relatif pendek ( Van Den Bergh, 1994).

    V.            Bagian yang Konsumsi
Pada tanaman kenikir ini yang dikonsumsi hanya daunya saja. Biasa dikonsumsi secara mentah atau lebih sering dikenal sabagai lalapan. Selain itu ada pula yang dikonsumsi secara matang (Sulisa, 2012).

 VI.            Manfaat
Penelitian menunjukan daun kenikir mengandung senyawa antioksida yang cukup tinggi, senyawa tersebut mampu memacu proses apoptosis dimana kegunaan pemacu apoptosis untuk menghambat karsinogenesis. Daun kenikir setelah di ekstrak mengandung dua senyawa yang bermanfaat yaitu senyawa flavonoid dan glikosida kuersetin. Yang ke duanya mampu mematikan sel kanker payudara (sel T47D) melalui mekanisme apoptosis. Secara tradisional tanaman kenikir (khususnya daunya) digunakan sebaga obat penambah nafsu makan, lemah lambung, penguat tulang dan pengusir serangga (Abas et al 2003).


DAFTAR PUSTAKA
Hakim,M. R. A. dan M. Rahmad suhartono. 2015. Penentuan Masak Fisiologis dan Ketahanan Benih Kenikir (Cosmos caudatus Kunth) terhadap Desikasi. J. Horrr. Indonesia 6(2):84-90.
Pambayun, R. 2008. Pengaruh Jarak Tanam Terhadap Produksi Beberapa Sayuran Indigenous. IPB. Bogor.
Sastrapradja, S., Lubis, S. H. A., Djajasukma, E., Soetarno, H., Lubis, S. 1981. Proyek Penelitian Potensi Sumber Daya Ekonomi Sayur-Sayuran. Balai Pustaka. Jakarta.
Susila, A. D., M. Syukur, Heni P., E. Gunawan. 2012. Koleksi dan Idetfikasi Tanaman Sayuran Indigenous. J. PHKT. IPB. Bogor.
Tjitrosoepomo, G. 1987. Taksonomi Tumbuhan. Gajah Mada University Press. Yogyakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

teknik sambung susu tanaman semangka (citrullus vulgaris)

tekni sambung merupakan teknik vegetasi untuk menigkatkan buah dan mempercepat umur berbuah serta memperbaiki ketururnan sesuai induknya ata...